Tampilkan postingan dengan label Tentang Dusun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Dusun. Tampilkan semua postingan

8.13.2010

Ini Adalah Cerita Tentang Kumpai

Kumpai, begitulah kami menyebutnya. Sejak tecelang biji mato ke dunio begitulah namonyo disebut. Bagi orang awam seperti saya yang tak terlalu mengerti dengan jenis2 tumbuhan serta klasifikasinya, kumpai menurut saya adalah sejenis tanaman parasit mirip dengan ilalang di "darat". Di desa kami, tanaman ini sangat leluasa tumbuh tanpa disuruh, tanpa diinginkan, kecuali oleh para sapi dan kerbau. Pada saat musim penghujan tiba kumpai berubah wujud menjadi "bentoh" yang tergenang air tawar/rawa2 yang pasang surut tergantung musim. Kumpai - kumpai yang telah menjadi bentoh itu sifatnya agak tebal karena tumpukan akarnya yang sudah tebal dan berbalut tanah liat. Namun, karena tekanan air yang lebih kuat dari massa bento maka di saat air dalam keadaan dalam (pasang) bento2 itu terangkat ke permukaan air membentuk lapisan yang tebal namun jangan sekali2 mencoba untuk berdiri di atasnya karena ada sebagian dari bentoh yang tidak cukup kuat untuk menahan tubuh kita di atas air.

Lanjut,..

Kumpai begitu fenomenal dalam cerita di desa kami. Apalagi ketika musim "air dalam" tiba. Rawa - rawa desa kami akan tampak hijau membentang dari hulu ke hilir membentuk pemandangan yang sangat indah layaknya padang rumput di New Zealand. Dengan warna hijau kekuning-kuningan kumpai membentang menutupi 90% lapisan air rawa (data dari penelitian tim burek tegantung tahun 1998 ). Terlihat sejuk dipandang memang,

Pada musim kemarau, saat curah hujan mulai rendah dan air rawa sudah kering ditelan tanah maka dengan manisnya kumpai/bentoh pun ikut turun ke tanah membentuk "padang kumpai" tempat anak - anak desa kami dan sapi2 bermain. Kumpai telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya desa kami. Kumpai, ariamun, eceng gondok, batang siur, batang gelam, batang rengas, adalah nama2 yang tak terpisahkan bila kita bercerita tentang bagian "laut" desa kami yang sering tergenang air itu...


Itulah cerita tentang kumpai...

Sekian terima kasih


5.16.2010

Senandung Masa Kecil Bag. 2 : Permainan Gelatik

Assalamualaikum semuanya....

Hari ini saya akan mencoba melanjutkan postingan sebelumnya tentang cerita masa kecil saya. Pada posting sebelumnya, saya menceritakan tentang kebiasaan kami [para anak2 desa Tanjung Batu] ketika musim kemarau tiba. Saat air hujan lagi "cuti" turun mengguyur desa kami, biasanya daerah yang paling rendah di sebelah selatan desa kami yang biasa kami sebut "Padang" atau "Laet" atau "Laut" akan mengering karena kehabisan suplai air. Ketika air laet mulai susut, kumpai2 yang sebelumnya menggenang di atas air kini terdampar luas membentuk lapisan berwarna hijau kekuning2an. Sebelumnya saya jelaskan sedikit di sini bahwa yang dimaksud dengan "kumpai" adalah sejenis tumbuhan parasit, seperti rumput katakanlah, yang hidup dan tumbuh menggenang di atas air tawar, saya mengibaratkannya seperti peran rumput ilalang di daratan. Kumpai tumbuh subur di rawa2 desa kami karena "katanya" didukung oleh pasokan bekas pupuk dari PTPN Cinta Manis di dusun seberang desa kami. Mereka [para kumpai] kalau lagi subur2nya akan memenuhi seluruh lapisan air dari hulu sampai ke hilir desa, plus tanaman ariamun, eceng gondok dkk. Dua nama terakhir nantilah akan saya ceritakan di postingan berikutnya.


Lho......kok jadi ngebahas kumpai. Yaahhhh,....padahal awalnya tadi mau menceritakan tentang sebuah permainan masa kecil kami dulu.,yaitu Gelatik.

Gelatik, .......gemuk latah dan lentik !! Hehehe....tidaklah. Ini adalah nama sebuah permainan khas anak2 kecil desa kami. Entah saya kurang tau darimana asal mulanya permainan ini bisa dinamakan gelatik . Mungkin karena waktu mainnya sering ada bunyi : Tik,...tik.....bunyi hujan di atas genting,,,,hehehe. Ngaco !! Ya...gelatik bisa saya definisikan sebagai permainan adu ketangkasan antar individu atau juga bisa antar tim/kelompok/regu. Apa yang menjadi objek permainan ini dan hal apa yang membuat permainan ini digemari oleh banyak anak2 di desa kami ?? Ayo kita bahas bersama, sambil mengingat kenangan masa kecil yang indah, dulu....

Dasar dari permainan ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu ketangkasan tangan dan ketepatan timing menangkap dan memukul. Lalu, apanya yang dipukul dan ditangkap itu ?? Apakah permainan ini sejenis dengan bola kasti atau baseball ?? Hoho...bukan !! Bukan sama sekali kawan. Dalam permainannya, gelatik menggunakan kayu sebagai objek bermainnya. Kayu yang seperti apa ? Ya, hanya terdiri dari dua kayu yang berbeda ukuran. Yang satu panjang kira2 seukuran 40 cm dan yang satunya lagi pendek berukuran kira2 10 cm. Fungsi dari kedua kayu ini jelas berbeda, sama seperti hukum yang dianut oleh sebagian manusia rimba, lho ?! Yang besar akan menindas yang kecil.[Apa hubungannya sama gelatik ?? ] hehe...





Begini, jadi fungsi dari kayu yang panjang tadi adalah sebagai pemukul, yaa...kayu yang panjang ini nantinya digunakan untuk memukul kayu yang kecil tadi. Selain kayu dibuat [baca : digali ] sebuah lobang berbentuk seperti huruf "V" terbalik, gali lobangnya jangan dalem2, sebatas 3 cm saja. Nih,,ada coretan anak TK...hahhahaa

Di depan lobang diberi garis pembatas, yang berfungsi untuk menentukan pelanggaran dan hal2 lain yang menyangkut penghitungan poin...delelel

Cara mainnya biasanya beregu/tim, bisa 2 regu atau lebih. Bisa juga banyak regu lho, bisa 3 bisa 4, 10, 20..100 juga bisa....lebay. Yaaa....permainan ini tidak hanya terbtasa pada pertandingan antar dua regu/tim saja, bisa lebih dari 2 regu. Dari dua regu atau lebih tadi, ada dua status, satu regu yang statusnya "main" regu lainnya statusnya "jaga". Kita jelaskan satu persatu mengenai status ini nanti. Terus.....tujuan dari permainan ini adalah mengumplkan poin sebanyak2nya. Intinya, masing2 tim berlomba untuk mendapatkan poin terbanyak atau berlomba menjadi yang tercepat mengumpulkan poin jumlah poin yang telah ditentukan/disepakati bersama, misalnya 1000 poin.
Masing2 regu, baik yang lagi main atau yang jaga bisa sama2 mengumpulkan poin. Jadi, bukan yang main saja bisa mengumpulkan poin, yang jaga juga bisa.

Regu yang sedang main memiliki peluang lebih besar untuk mengumpulkan poin karena sedang menguasai permainan. Penghitungan poin per level masing2 berbeda. Untuk itu akan saya jelaskan cara pengitungan poin ini bersama dengan penjelasan tentang level permainan dan cara bermainnya.

Tapi sebelumnya saya beri dulu gambaran sederhana susunan regu dan pemain waktu lagi main dan waktu lagi jaga,...

Ini dia nih.... :


Hehehe...

Permainan ini terdiri dari 3 Level [seingat saya]. Dan setiap level ada tiga sub level yang biasa kami sebut : Nyangkul, Nebang, Metir. Berikut sedikit penjelasannya :

Level Pertama

1. Nyangkul

Nyangkul adalah sub level pertama yang harus dimainkan untuk bisa melanjutkan ke sub level berikutnya. Pada level ini, pemain melakukan gerakan seperti mencangkul atau menyekop. Mekanismenya :

Pemain meletakkan potongan kayu yang kecil di atas lobang berbentuk huruf "V" terbalik tadi. Mungkin gambar ini bisa membantu anda berfantasi tentang level ini...hehe


Terus, setelah diletakkan seperti gambar di atas, kayu yang kecil tadi dicongkel dengan menggunakan potongan kayu yang besar, dicongkel dengan sekuat2nya sampai terbang jauuuuuuhhh......Nah...lalu tugas regu yang jaga adalah menangkap potongan kayu yang dicongkel tadi, bisa dengan berjalan, lari, atau ngesot. Yang jelas kalau bisa menangkap potongan kayu itu sebelum menyentuh tanah, maka regu yang jaga akan mendapatkan poin dan pemain yang tadi mencangkul dinyatakan gugur dan harus diganti. Kalau tidak bisa menangkap juga tidak apa2. Bila potongan kayu yg kecil tadi jatuh telah ke tanah, pemain dari regu yg sedang main meletakkan potongan kayu yang panjang dengan posisi seperti ini :

Tugas dari regu yang jaga adalah melempar kembali potongan kayu yang kecil tadi agar mengenai potongan kayu yang panjang di atas. Bila kena maka pemain yang sedang main dinyatakan gugur dan harus diganti dengan pemain yang belum main. Bila tidak kena, permainan akan dilanjutkan ke level berikutnya. Perlu diketahui, pada level "nyangkul" ini belum ada pengitungan poin bagi regu yang sedang main.



2. Nebang

Diambil dari kata tebang,menebang. Ya....pada level ini gambarannya mudah, yakni ibarat menebang pohon. Ada dua cara dalam level menebang ini. Yang pertama dengan memakai satu tangan dan yang kedua dengan memakai dua tangan. Caranya :


Memakai satu tangan :

Posisi badan berdiri. Misal tangan kanan yang memegang. Kedua potongan kayu sama2 dipegang dengan tangan kanan. Selanjutnya, potongan kayu yang kecil dilempar ke udara lalu setelah menemui timing yang tepat, pemain memukul potongan kayu yang kecil dengan potongan kayu yang panjang tadi...sekuat2nya, sejauh2nya.....Dan, tugas regu jaga masih sama, yaitu berusaha menangkap potongan kayu yang kecil sebelum menyentuh tanah..agar bisa mendapatkan poin. Lalu, setelah potongan kayu yang kecil tadi tidak bisa ditangkap [jatuh ke tanah], salah satu pemain yang jaga melempar ke pemain yang menebang tadi [dengan pusat tujuan lempar lobang]. Pemain yang tadi menebang harus sigap karena apabila kayu hasil lemparan grup yang jaga tadi tepat mengenai lobang maka regunya [yang main] tidak mendapatkan poin dan dia dinyatakan gugur. Untuk mendapatkan poin, si pemain harus kembali memukul kayu hasil lemparan grup yang jaga tadi....sejauh2 nya. Bila berhasil dipukul kembali sampai sejauh2nya, maka pengitungan poinnya seperti ini :

Penghitungan poin pada level nebang ini adalah dengan menggunakan kayu yang panjang itu sendiri. Poin dihitung berdasarkan jarak antara lobang dan kayu kecil yang dipukul balik tadi. Misal, kayu kecil tadi terpental sejauh 100 meter dari lobang, dan ukuran kayu yang panjang adalah 40cm, maka poin yang didapat grup yg main adalah : 100meter/40cm = 25 [bener nggak itungannya..hehe].


3. Metir

Konon disebut metir karena pada level ini, ibarat ada nuansa petir2 gitu..hahaa...apa coba ? gk nyambung. Ckakak.
Ini adalah sub level terakhir dari level pertama. Pada level ini, potongan kayu yang kecil diletakkan di dalam lobang tadi dengan posisi seperti ini :




Pemain memukul ujung kayu kecil sehingga menyebabkan efek berputar pada kayu kecil tersebut. Dan, di saat ia berputar itulah itulah pemain harus dengan cermat dan tepat memukul kembali sekuat2nya si kayu kecil tadi.....jauuuuhhhh.... Sama seperti pada level2 sebelumnya, tugas yang jaga tetap berusaha mengejar pentalan kayu kecil agar jangan sampai jatuh ke tanah. Bila berhasil menangkap kayu kecil tanpa terlebih dulu menyentuh tanah maka regu yang jaga akan mendapatkan poin. Tapi bila tidak berhasil maka regu yang main mendapatkan poin. Cara pengitungan poinnya adalah dengan menggunkan kayu yang berukuran kecil. Misal, jarak kayu kecil hasil pukulan tadi adalah 100 meter, dan ukuran kayu kecil 10cm, maka poin yang didapatkan tim yang main adalah : 100meter/10cm = 100 poin.

****************************************************************
Mengenai pengitungan poin buat yang jaga :

1. Bila bisa menangkap dengan dua tangan maka akan mendapatkan poin 50.
2. Bila bisa menangkap dengan tangan kanan maka akan mendapatkan poin 100.
3. Bila bisa menangkap dengan tangan kiri makan akan mendapatkan poin 200. [ waah..keenakan yang kidal nih..hehe]
4. Ada juga yang memakai aturan bila berhasil menangkap kayu hasil pantulan [maksudnya kayu memantul dulu sebelum mendarat dengan nyaman di tanah ] maka akan mendapatkan poin 5 saja...hehe..

Lain2 :

1. Sistem pergantian status dari yang "main" ke yang jaga adalah bila semua pemain yang sedang "main" gugur maka gantian yang tim yang jaga tadi yang "main"
2. ..................................... [masih diingat2....hehe ]


Pengalaman saya :

* Pernah robek gusi gara2 mau dapat poin 200 [ nangkap pake tangan kiri ]..tapi gk berhasil, malah kena gusi deh....


Mungkin itu dulu penjelasan mengenai permainan ini. Untuk level kedua dan ketiga nanti ada lagi istilah nyangkul kedua, nyangkul ketiga, nebang kedua, nebang ketiga, metir kedua, metir ketiga. dan masih banyak lagi bila semuanya harus diceritakan. Dan, saya sadar masih banyak sekali hal2 yang masih salah dan keliru, karena keterbatasan ingatan saya dan kekurangpandaian saya dalam bercerita. Oleh karena itu, bila kebetulan ada teman2 yang dari dusun baca postingan ini, tolong dibenari jika ada yang kurang atau salah..hehe

Just share,....maaf sekali lagi, karena saya capek dan malas, jadi tidak sempat diedit lagi sebelum diterbitkan, so harap maklum jika banyak yang salah ketik.......ckakkakak...

Wasslam....bye

* Upsh..ada yang kelupaan, untuk cara kedua pada level nebang yakni dengan menggunakan dua tangan, silahkan diilustrasikan sendiri yah.....maaf lupa....hehe


4.15.2010

Warnet...Ooh...Warnet

Bingung mau bikin posting apa hari ini. Setelah hampir dua bulan absen ngeblog, entah mengapa timbul keinginan untuk ngeblog lagi. Walaupun lama lama eneg juga liat ini blog, mau dimake over lagi bikin pusing sajja, stres kalau lagi edit blog. Cukup sudah satu tahun yang lalu kepusingan meng-edit tampilan blog menghiasi hari - hariku. Emang penting apa ?? Hhhh.....dibuat begini jelek, dibuat begitu salah, norak !!! Kampungan, diganti template masih belum puas. Maunya hasrat manusia itu apa sih ? Kalau ukurannya adalah "kepuasan" maka kurasa tak akan pernah puas yang namanya hasrat dan angan seorang manusia itu.

Lumanyun, satu paragraf sudah berhasil kuketik, walau sambil gawe, sambil ngopi, sambil mendengarkan lagu, bisa juga aku nulis. Walau tubuh kurang fit gara - gara begadang semalaman tapi bisa juga kubuat tulisan ini. Walau agak kurang nyambung, terkesan ngaco, tak apalah, orang ini blog saya kok !jelir

Hhaahaha.....judulnya tadi apa ya ? Warnet ya ? Okkeh...encem

Warnet.....warung monyet ??? Salah....warung ayam penyet ?? masih salah dodol. [ Garing dah lu ]



Ilustrasi warnet di Teng Batu


Yaaaa....warung internet, tempat jualan internet tepatnya [ dodol ]. Dalam beberapa bulan ini memang sedang hangat-hangatnya menjadi primadona dan sepertinya semakin menjamur di desaku, Teng Batu. Do you know Teng Batu ?? Teng dan Batu,....rindu

Warnet....belakangan memang sedang ngetop - ngetopnya. Menjadi bahan omongan, pembicaraan dan buah.....bibir. Tak terasa, dalam kurun waktu hanya [ kalau tidak salah ] dua bulan, jumlah warnet di dusun kami sudah mencapai angka 11 ke atas. Sepertinya usaha ini dianggap akan mendatangkan rejeki yang lumayan. Semoga....

Okkeh !! Saya mulai serius sekarang. Tak usah terlalu dipikirkan tulisan di atas. Itu adalah masa lalu, dan masa depan adalah tulisan di bawah ini.

Yaaa...di dusun sekarang sudah marak sekali orang buka usaha per-warnetan. Dalam hitungan minggu sudah beberapa warnet diloncing [ launching ]. Dengan berbagai tarif yang sangat bersaing tentunya, dimulailah sebuah perlombaan bidang usaha warnet di dusun kami. Sama seperti nasib usaha wartel beberapa tahun yang lalu. Dianggap bakal sangat menguntungkan, mungkin itulah pendapat awal saya mengenai semakin menjamurnya usaha ini. Nanti akan saya cari lagi faktor lainnya, tergantung cuaca di Teng Batu dan sekitarnya.

Demam warnet, katakanlah begitu..sedang dialami oleh sebagian kecil dan kemungkinan akan semakin besar oleh para penghuni desa kami. Dengan perincian 91% berasal dari kalangan remaja, 5% anak - anak, dan sisanya orang tua. Entah data darimana yang jelas itulah perkiraan saya saat ini. Tapi begitulah kira - kira pendekatan logisnya. Remaja, baik yang masih sekolah atau sudah tidak sekolah, merupakan golongan paling banyak bila kita temui di warnet, terutama di dusun kami, Teng Batu.

Sangat mudah ditebak, situs apa yang bakal atau pasti akan dibuka atau diakses oleh para warneters [ saya memang tidak menggunakan kata " netters " seperti biasanya karena ada sesuatu dan lain hal ]. Fesbuk....facebook. Situs muka dan buku itulah yang [saat ini ] paling digandrungi remaja dusun kami. Terutama aplikasi poker zinga. Tiada hari tanpa poker...hahahaa......capek deh


Ilustrasi Zinga Poke-er


Emang gak ada yang lain apa selain main poker ? Dunia internet itu sangat luas Boi !! Sangat sayang rasanya bila tidak ada yang kita dapatkan setelah berjam jam duduk manis di dalam warnet. Terlepas dari alasan bahwa ke warnet itu hanya untuk hiburan atau hanya untu nge-game atau mesum...upsh !! Tapi setidaknya yaaa....adalah sebuah atau secuil info, ilmu, dan lain lain yang kita bawah ke rumah terus kita ceritakan sama Emak yang lagi masak di dapur.

Ngawur ?? Menghakimi ?? Sok tau ???

Bukan kawan, ini hanya sebuah tulisan di blog...

Lanjut....[ keringatan dah....]

Main poker. Saya juga sering main poker, betul. Asyik, bikin penasaran, punya kepuasan tersendiri, apalagi kalau menang banyak. Tapi, entah mengapa, apa karena selera nge-game saya memang kurang atau ada faktor lain, kebiasaan pokeran saya turun drastis. Mungkin juga karena frustasi gara - gara kalah terus, bisa jadi...sengihnampakgigisengihnampakgigi

Kembali ke topik awal. Lupakanlah poker,. jangan terlalu diambil hati bagi para pokers mania. Saya hanya menceritakan fenomena dan fakta yang saya temukan di lapangan. Memang, tidak semua warnetters pecandu poker. Ada juga yang cari tugas kuliah, tugas sekolah, tugas rumah, tugas kantor dan tugas tugas yang lainnya. Karena yang sering sekali saya dengar adalah poker jadi saya ambil poker sebagai sampel dalam tulisan ini. Tidak bermaksud menjelekkan kok. Ingat !! Saya juga seorang poker ters...tapi tidak akut...

Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari semakin banyak nya usaha warnet di dusun kita ini. Kalau saya pikir yang pertama kali harus kita manfaatkan dari sebuah layanan internet itu adalah : KETERSEDIAAN INFORMASI. Walaupun sudah ada televisi dan media cetak seperti koran dan majalah, keberadaan internet saya rasa akan semakin membantu kita dalam menggali informasi terbaru. Tidak ada kata ketinggalan informasi lagi kalu sudah ada akses internet. Terus,....hmmmm..setelah informasi apalagi. WAWASAN. Ya....wawasan. Bertambahnya wawasan orang - orang kita. Dengan bertambahnya wawasan diharapkan akan memacu kreativitas dan inovasitas [ istilah apalagi ini ? ]. Dan, masih banyak lagi, kalian lebih tau...kawan.

Dampaknya buruknya apa Bro ? Kerusakan moral ? Pasti arahnya ke sana. Daritadi saya juga mau bahas itu kok. Pornografi, artikel cabul, de el el. Itu hanya sedikit yang sudah "umum" dibahas. Ada lagi. Penyimpangan akidah. Nah lho, kok.... Jadi ceritanya begini. Beberapa bulan yang lalu saya dapat link dari teman, entah saya juga sudah lupa alamat situsnya. Yang jelas di dalam situs itu secara terang - terangan mengajarkan kesesatan dan provokasi - provokasi yang terbuka terhadap umat Islam. Bahaya.... ini saya bilang. Kalau orang awam yang baca bisa mudah terpengaruh. Ada ada saja strategi para islam fobhia. Tidak perlu saya jelaskan ada apa saja di dalam situs itu yang terpenting adalah kita jangan mudah terpengaruh dengan bacaan yang ada di internet. Apalagi kalau menyangkut dengan ajaran agama dan akidah. Itu yang saya katakan dampak negatifnya tadi. Salah satunya. Masih banyak lagi. Silahkan cari sendiri karena saya sedang malas jelir

Memang, perlu pikiran yang bijak dan dewasa ketika kita menerima informasi dari internet. Filterisasi [ mangap kalau salah penulisan ] sangat diperlukan. Yang normal sajalah..jangan terlalu berlebihan. Yang baik diambil dan yang jeleknya dibuang jauh - jauh.

Pinjem kata - kata dari blognya Paman Tyo : " Catatan ringan angin anginan "

Hanya sebuah catatan ringan kawan,...seringan kempang abang bersulang

Sumber gambar : Google

1.24.2010

Tanjung Batu, Barat - Timur

Beberapa bulan yang lalu, desaku Tanjung Batu telah resmi dipecah menjadi dua bagian. Dipisahkan oleh garis vertikal dari Utara ke Selatan yang terbentang dalam bentuk jalan dari masjid Alfalah sampai ke Masjid Walimah, disambung jalan Merdeka dari Simpang 4 dan seterusnya sampai ke arah SMA Negeri. Ya, nama baru nya adalah Tanjung Batu Barat dan Tanjung Batu Timur.

Banyak harapan yang ingin dicapai oleh pemerintah baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah kelurahan sendiri di dalam perubahan ini. Harapannya adalah bahwa dengan adanya pembagian wilayah ini pelayanan akan kebutuhan masyarakat akan dapat lebih mudah terpenuhi dengan maksimal. Pembangunan akan lebih mudah dan bisa lebih cepat dilakukan.

Itu adalah dampak positif yang (mungkin) bisa tercapai sesuai dengan harapan bersama. Namun, bila dilihat lebih jauh akan ada sebuah dampak negatif yang tidak akan terhindarkan. Dari pembagian wilayah ini secara tidak langsung akan timbul sebuah gengsi baru, persaingan/kompetisi, dan saling klaim.

Namun, harapan saya semoga semua itu tidak benar - benar akan terjadi di dalam masyarakat desa Tanjung Batu. Semoga dengan adanya pembagian wilayah ini tidak membuat masyarakatnya memiliki rasa perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya. Semoga perbedaan letak geografis ini tidak membuat masyarakatnya saling bersaing dalam konteks negatif. Namun dapat bersaing dalam konteks positif. Tidak saling menjelekkan, tidak saling menuduh, karena Barat dan Timur itu sama. Jadikan semua ini sebagai sebuah semangat baru di dalam usaha membangun dan menjadikan masing - masing desa menjadi lebih baik lagi.



Karena dari dulu sejak zaman penjajahan Jepang sampai dengan zaman Facebook ini kita semua satu keluarga, satu nenek moyang dan satu perjuangan.

Maju terus Tanjung Batu, Barat dan Timur itu hanya status di dalam tatanan pemerintah. Tetap hidup berdampingan dengan damai, rukun, saling tolong menolong. Akorr ??!!!!


* Setelah membaca ulang postingan ini penulis merasa kembali ke masa - masa SD dulu, waktu membuka buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan....hohohohohohohoho

* Hanya sebuah catatan, maaf bila ada kata/kalimat yang kurang tepatbersulang

11.06.2009

Tak Naro Gawe



Lokasi : Simpang Empat Tanjung Batu
Aktivitas : Nyuguk - nyuguk di marungan sambil bececa
Waktu : Pukul 2 siang waktu Tanjung Batu


Lokasi : Depan SD Negeri 1 Tanjung Batu




Lokasi : Lapangan Sepak Bola Tanjung Batu



Maseh di Simpang Empat

9.23.2009

Gambar Iseng


Tampak salah satu Komplek Pemakaman di desa ku. Lokasi foto tepat berada di sebelah utara rumahku. Oleh oleh sewaktu mudik lebaran. Sambil duduk duduk di "marungan" [ tempat beristirahat yg terbuat dari bambu..red ] dengan iseng ku ambil foto ini dgn seadanya. Tidak ada yang istimewa memang. Foto diambil ketika di dusun sedang musim kemarau, jadi keadaannya tampak sangat kering. Ya...begitulah desaku. Hanya sekedar iseng kawan :)

9.21.2009

Galeri SMA Negeri 1 Tanjung Batu 2009



SMA Negeri 1 Tanjung Batu 20 September 2009. Memang sudah banyak mengalami perubahan. Tapi kenangan selama menempuh pendidikan di sana tidak akan pernah terlupakan. Majulah terus sekolahku !!!

























TEMBOK KESOMBONGAN

"We build too many walls and not enough bridges" (Kita terlalu banyak membangun dinding, dan tak cukup banyak membangun jembatan...