#daZZallucifer
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
5.28.2012
TAKUT DOSA
"Jangan takut dosa, dosa itu manusiawi. Tapi takutlah jika kalian sudah ga bisa membedakan mana dosa mana tidak"
#daZZallucifer
#daZZallucifer
11.23.2011
PENGALAMAN
"pengalaman ibarat vitamin bagi tubuh kita untuk dapat melangkah dengan cara yang lebih baik lagi"
11.18.2011
MEMBACA
"sebagian besar kata/ucapan yg keluar dari mulut atau ditulis oleh tangan kita adalah berasal dari apa yang pernah kita baca "
-haka-
11.14.2011
Pahit Hari Ini = Manis di Esok Hari
teorinya, pengalaman yg buruk hari ini adalah kisah yg indah di masa depan....
seburuk - buruknya hal yg kau alami saat ini, hanya akan menjadi kenangan jua pada akhirnya nanti
-haka-
11.08.2011
Fokus Akan Tujuan
tatapan fokus ke depan, letakkan dunia dalam kepalan tangan, genggam yg erat, angkat yg tinggi dan goncangkan sesuka hati....semangat !!! semangat !!
#tepuk dada..MERDEKA !!!
#haka
Melawan Rasa Malas
"saat melawan rasa malas, ketika itulah sebagian besar dari masa depanmu dipertaruhkan."
#haka
5.08.2011
Anak muda, apa yang kau banggakan..?
Anak Muda,
Rambutmu kini menjadi merah
Entahlah, kau cat dengan uang dari orang tuamu
ataukah sekedar ikut-ikutan teman
Anak Muda,
Ada besi melingkar menembus telingamu
Tak hanya kaum hawa
Engkau pun sekarang memakainya
Bukan semakin keren
Tapi semakin membuatmu wanita
Anak Muda,
Pakaianmu yang rapi sewaktu SMA
Telah berubah saat jadi mahasiswa
Sobek sana, sobek sini
Bukan karena usang, tapi memang kau sengaja
Anak Muda,
Sebatang rokok selalu menemanimu
Rupiah demi rupiah kau bakar
Pengobat stress kilahmu
Padahal kau sedang bahayakan diri dan sekitarmu
Kau benci orang egois
Padahal kau sendiri termasuk bagiannya
Anak Muda,
Usia yang semakin bertambah
Tak juga membuatmu berbenah
Waktu demi waktu
Engkau habiskan begitu saja berlalu
Dari warung ke warung
Dari mall ke mall
Esensi sama dengan tempat yang beda
Anak Muda,
Bapak dan ibu cemas memikirkanmu
Dulu anak sholih yang mereka pinta
Tiap malam, tiap selesai ibadah
Beliau sempatkan doa untukmu
Namun, apa balasmu?
Justru tingkahmu membuatnya murka
Dari hari ke hari
Anak Muda,
Ayahmu banting tulang bermandi peluh
Mengusahakan biaya sekolah dan makanmu
Sedang ibumu
Sabar mengajarimu berhitung satu dua
Dan mengeja a be ce de
Namun, apa baktimu?
Anak Muda,
Masa mudamu menentukan masa tua
Barangsiapa bersantai di waktu muda
Pasti akan bersusah payah di waktu tuanya
Dan sebaliknya,
Barangsiapa bersusah payah di masa muda
Kelak tinggal menuai nikmatnya hari tua
Anak Muda,
Bukan tampangmu yang bisa kau banggakan
Bukan pula penampilanmu nyentrikmu
Bukan pula aksesoris dan gayamu
Tapi berbanggalah karena karyamu
Berbanggalah karena kebaikanmu
Dan berbanggalah karena keluhuran budimu
Anak Muda,
Pilihan sekarang ada di tanganmu
Diam berarti menanti kehancuran
Berubah berarti menata masa depan
Renungkan, pikirkan
Dan segeralah ambil keputusan
Sumber : kaskus
Rambutmu kini menjadi merah
Entahlah, kau cat dengan uang dari orang tuamu
ataukah sekedar ikut-ikutan teman
Anak Muda,
Ada besi melingkar menembus telingamu
Tak hanya kaum hawa
Engkau pun sekarang memakainya
Bukan semakin keren
Tapi semakin membuatmu wanita
Anak Muda,
Pakaianmu yang rapi sewaktu SMA
Telah berubah saat jadi mahasiswa
Sobek sana, sobek sini
Bukan karena usang, tapi memang kau sengaja
Anak Muda,
Sebatang rokok selalu menemanimu
Rupiah demi rupiah kau bakar
Pengobat stress kilahmu
Padahal kau sedang bahayakan diri dan sekitarmu
Kau benci orang egois
Padahal kau sendiri termasuk bagiannya
Anak Muda,
Usia yang semakin bertambah
Tak juga membuatmu berbenah
Waktu demi waktu
Engkau habiskan begitu saja berlalu
Dari warung ke warung
Dari mall ke mall
Esensi sama dengan tempat yang beda
Anak Muda,
Bapak dan ibu cemas memikirkanmu
Dulu anak sholih yang mereka pinta
Tiap malam, tiap selesai ibadah
Beliau sempatkan doa untukmu
Namun, apa balasmu?
Justru tingkahmu membuatnya murka
Dari hari ke hari
Anak Muda,
Ayahmu banting tulang bermandi peluh
Mengusahakan biaya sekolah dan makanmu
Sedang ibumu
Sabar mengajarimu berhitung satu dua
Dan mengeja a be ce de
Namun, apa baktimu?
Anak Muda,
Masa mudamu menentukan masa tua
Barangsiapa bersantai di waktu muda
Pasti akan bersusah payah di waktu tuanya
Dan sebaliknya,
Barangsiapa bersusah payah di masa muda
Kelak tinggal menuai nikmatnya hari tua
Anak Muda,
Bukan tampangmu yang bisa kau banggakan
Bukan pula penampilanmu nyentrikmu
Bukan pula aksesoris dan gayamu
Tapi berbanggalah karena karyamu
Berbanggalah karena kebaikanmu
Dan berbanggalah karena keluhuran budimu
Anak Muda,
Pilihan sekarang ada di tanganmu
Diam berarti menanti kehancuran
Berubah berarti menata masa depan
Renungkan, pikirkan
Dan segeralah ambil keputusan
Sumber : kaskus
6.11.2010
10 Orang Indonesia yang Sukses Tanpa Ijazah
Sekedar sharing dan semoga bisa dijadikan motivasi untuk kita bersama. Berikut daftar orang - orang yang bisa sukses tanpa ijazah. Sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa kesuksesan itu tidak selalu membutuhkan ijazah, tapi yang diperlukan adalah "otak" dan "kreatifitas" serta keinginan untuk maju. Lanjung saja, mereka adalah :
1. Andy F.Noya

PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timuwa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,” tutur Andy.
2. Adam Malik

Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku skolah.
3. M. H. Ainun Najib

Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).
4. Abdullah Gymnastiar

kiayi yang kmarin2 ini santer dengan kasus poligaminya,ternyata sukses menjadi kiayi dan wirausahawan (pengusah besar) tanpa ijazah. walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini blm mengambil ijazahnya.
5. Ajip Rosidi

dengan tak mau mengikuti ujian akhir SMA nya. Dia menolak ikut ujian karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.
Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
Sekolah Rakyat 6 tahun di Jatiwangi (1950)
Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)
6. Bob Sadino

Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
7. Andrie Wongso

Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.
8. Purdi E Chandra

Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.
Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita -cita dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.
9. Hendy Setiono

Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta
10. Buya Hamka

HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.
Sumber
1. Andy F.Noya
PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timuwa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,” tutur Andy.
2. Adam Malik
Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku skolah.
3. M. H. Ainun Najib
Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).
4. Abdullah Gymnastiar
kiayi yang kmarin2 ini santer dengan kasus poligaminya,ternyata sukses menjadi kiayi dan wirausahawan (pengusah besar) tanpa ijazah. walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini blm mengambil ijazahnya.
5. Ajip Rosidi
dengan tak mau mengikuti ujian akhir SMA nya. Dia menolak ikut ujian karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.
Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
Sekolah Rakyat 6 tahun di Jatiwangi (1950)
Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)
6. Bob Sadino
Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
7. Andrie Wongso
Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.
8. Purdi E Chandra
Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.
Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita -cita dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.
9. Hendy Setiono
Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta
10. Buya Hamka
HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.
Sumber
4.01.2009
Besi Batangan Digosok Menjadi Jarum
Artikel ini saya sadur dari buku karya Andrie Wongso (motivator terkemuka di Indonesia) yang berjudul “ 15 Wisdom Succes ”. Dan bagi saya, cerita – cerita yang ada di dalam buku tersebut sangat inspiratif dan menggugah semangat kita dalam menapaki jalan kesuksesan.
Mau tau ceritanya gimana ?
Alkisah pada zaman dahulu di daratan Tiongkok ada seorang sastrawan besar yang berkisah tentang pengalaman dirinya di masa kecil. Pengalaman itu mampu mengubah mindset atau pola berpikirnya. Inilah kisahnya…..
Seorang bocah kecil tinggal di sebuah desa terpencil. Karena kenakalan dan kebandelannya, bocah ini sering tidak mengikuti pelajaran membaca dan menulis yang seharusnya dia ikuti. Dia lebih suka bermain – main atau berkelana menyusuri jalanan desa dan tepian sungai.
Suatu hari di tepian sebuah sungai, bocah kecil ini melihat seorang nenek sedang mengerjakan sesuatu berulang – ulang. Ia terlihat sedang menggosok – gosokkan sesuatu di sebuah batu. Sampai beberapa hari berikutnya bocah kecil tadi masih melihat hal yang sama, yaitu seorang nenek tua sedang terus melakukan kegiatan yang sama. Kejadian itu menimbulkan keingintahuan si bocah kecil. Maka, suatu hari ia memberanikan diri mendekati si nenek dan kemudian terjadilah dialog sebagai berikut :
“ Nek, beberapa hari ini saya lihat nenek melakukan hal yang sama terus menerus. Sebenarnya nenek sedang melakukan apa sih ?”
Nenek pun menjawab, “ Nenek sedang menggosok besi batangan ini, Nak….”
Si bocah kecil pun semakin penasaran. “ Untuk apa nenek menggosok besi batangan itu ?”
“ Nenek menggosok besi batangan ini untuk dijadikan sebatang jarum !!”.
Bocah kecil nampak tidak percaya, “ Wah…mana mungkin Nek. Besi batangan bisa digosok menjadi jarum ?”
Nenek pun menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah muka si bocah kecil, dan menjawab dengan tegas “ Selama kita memiliki keteguhan hati, keyakinan, dan keuletan, besi batangan ini bila digosok terus menerus, maka suatu hari nanti besi batangan ini pasti bisa menjadi sebatang jarum…”
Si bocah kecil pun terhenyak mendengar jawaban si nenek. Dan, peristiwa itu terekam begitu dalam di benak si anak. Peristiwa itu telah mengubah sikap mentalnya dan menjadikan dirinya seorang pelajar yang rajin, disiplin dan ulet. Setelah dewasa si bocah telah menjadi seorang sastrawan yang terkenal dan kata – kata mutiara tadi menjadi sangat populer sampai hari ini.
Komentar Andrie Wongso :
“ Selama memiliki keteguhan hati, besi batangan pun bisa digosok menjadi jarum “
Sungguh luar biasa kekuatan keteguhan hati, bagi orang yang ingin mengembangkan diri dan berjuang untuk mewujudkan cita – citanya. Mutlak dibutuhkan kekuatan keteguhan hati, saat kita dihadapkan dengan rintangan, problem ataupun kegagalan, tanpa kekuatan, keteguhan hati, semangat perjuangan mudah goyah, mudah dihinggapi perasaan pesimis, takut dan menyuruh berhenti begitu saja di tengah jalan.
Banyak sekali prestasi spektakuler di bidang apa pun yang tadinya dianggap tidak mungkin menjadi mungkin karena orang memiliki keteguhan hati dalam mewujudkan keinginannya. Dengan keteguhan hati, seseorang akan memiliki semangat juang yang seolah tak pernah padam, sekali pun dirinya harus jatuh bangun dalam upayanya menggapai impian.
Seperti kata pepatah dalam Bahasa Inggris “ The Real Succesful Person are Ordinary People with Extraordinary Determination “
“ Orang sukses adalah orang biasa yang memiliki keteguhan hati yang luar biasa “
Setuju teman ??? :~ :~
Mau tau ceritanya gimana ?
Alkisah pada zaman dahulu di daratan Tiongkok ada seorang sastrawan besar yang berkisah tentang pengalaman dirinya di masa kecil. Pengalaman itu mampu mengubah mindset atau pola berpikirnya. Inilah kisahnya…..
Seorang bocah kecil tinggal di sebuah desa terpencil. Karena kenakalan dan kebandelannya, bocah ini sering tidak mengikuti pelajaran membaca dan menulis yang seharusnya dia ikuti. Dia lebih suka bermain – main atau berkelana menyusuri jalanan desa dan tepian sungai.
Suatu hari di tepian sebuah sungai, bocah kecil ini melihat seorang nenek sedang mengerjakan sesuatu berulang – ulang. Ia terlihat sedang menggosok – gosokkan sesuatu di sebuah batu. Sampai beberapa hari berikutnya bocah kecil tadi masih melihat hal yang sama, yaitu seorang nenek tua sedang terus melakukan kegiatan yang sama. Kejadian itu menimbulkan keingintahuan si bocah kecil. Maka, suatu hari ia memberanikan diri mendekati si nenek dan kemudian terjadilah dialog sebagai berikut :
“ Nek, beberapa hari ini saya lihat nenek melakukan hal yang sama terus menerus. Sebenarnya nenek sedang melakukan apa sih ?”
Nenek pun menjawab, “ Nenek sedang menggosok besi batangan ini, Nak….”
Si bocah kecil pun semakin penasaran. “ Untuk apa nenek menggosok besi batangan itu ?”
“ Nenek menggosok besi batangan ini untuk dijadikan sebatang jarum !!”.
Bocah kecil nampak tidak percaya, “ Wah…mana mungkin Nek. Besi batangan bisa digosok menjadi jarum ?”
Nenek pun menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah muka si bocah kecil, dan menjawab dengan tegas “ Selama kita memiliki keteguhan hati, keyakinan, dan keuletan, besi batangan ini bila digosok terus menerus, maka suatu hari nanti besi batangan ini pasti bisa menjadi sebatang jarum…”
Si bocah kecil pun terhenyak mendengar jawaban si nenek. Dan, peristiwa itu terekam begitu dalam di benak si anak. Peristiwa itu telah mengubah sikap mentalnya dan menjadikan dirinya seorang pelajar yang rajin, disiplin dan ulet. Setelah dewasa si bocah telah menjadi seorang sastrawan yang terkenal dan kata – kata mutiara tadi menjadi sangat populer sampai hari ini.
Komentar Andrie Wongso :
“ Selama memiliki keteguhan hati, besi batangan pun bisa digosok menjadi jarum “
Sungguh luar biasa kekuatan keteguhan hati, bagi orang yang ingin mengembangkan diri dan berjuang untuk mewujudkan cita – citanya. Mutlak dibutuhkan kekuatan keteguhan hati, saat kita dihadapkan dengan rintangan, problem ataupun kegagalan, tanpa kekuatan, keteguhan hati, semangat perjuangan mudah goyah, mudah dihinggapi perasaan pesimis, takut dan menyuruh berhenti begitu saja di tengah jalan.
Banyak sekali prestasi spektakuler di bidang apa pun yang tadinya dianggap tidak mungkin menjadi mungkin karena orang memiliki keteguhan hati dalam mewujudkan keinginannya. Dengan keteguhan hati, seseorang akan memiliki semangat juang yang seolah tak pernah padam, sekali pun dirinya harus jatuh bangun dalam upayanya menggapai impian.
Seperti kata pepatah dalam Bahasa Inggris “ The Real Succesful Person are Ordinary People with Extraordinary Determination “
“ Orang sukses adalah orang biasa yang memiliki keteguhan hati yang luar biasa “
Setuju teman ??? :~ :~
Langganan:
Postingan (Atom)
TEMBOK KESOMBONGAN
"We build too many walls and not enough bridges" (Kita terlalu banyak membangun dinding, dan tak cukup banyak membangun jembatan...
-
Alhamdulillah....baru 2 bulan ngeblog akhirnya hari ini aku bisa kebagian dan diberikan kepercayaan untuk dapet award dari "Friendly Bl...
-
Duuuh....di saat kerjaan lagi numpuk dan kondisi tenggorokan masih sakit rupanya ada berkah yang tersimpan. Dua hari dan dua award dari si K...